Total Tayangan Halaman

Senin, 10 Juni 2013

SINOPSIS NOVEL ALICE IN WONDERLAND

ALICE IN WONDERLAND 

  

     Alice mengejar kelinci yang dilihatnya di tepi sungai, hingga masuk ke dalam lubang besar. Alice tiba di sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang semuanya terkunci. Ia melihat ke meja dan menemukan sebuah kunci. Tapi, kunci itu untuk pintu yang kecil setinggi 38 cm. Kali ini, ia melihat sebuah botol kecil yang berlabel “MINUM AKU”. Alice meminumnya dan tubuhnya mengecil. Tapi, kunci untuk pintu kecil itu berada di atas meja yang tinggi. Tepat di bawah meja, dia menemukan kue dengan label “MAKAN AKU”, Alice memakannya dengan harapan tubuhnya bisa membesar. Alice segera menghabiskan kue itu. Kepala Alice membentur langit-langit longor. Tingginya saat ini sudah lebih dari 2,7 meter.
     Seketika Alice mengambil kunci mungil dan bergegas menuju pintu taman. Tapi, dia hanya bisa berbaring miring untuk melihat ke dalam taman dengan satu mata. Karena putus asa, Alice menangis, mencucurkan air mata dengan deras hingga membentuk sebuah kolam besar disekelilingnya. Dari kejauhan dia melihat seekor kelinci itu datang lagi. Ketika kelinci itu datang dan melihat Alice, dia langsung pergi dan menjatuhkan sebuah kipas dan sepasang sarung tangan. Alice mengambil kipas itu dan mengipasi dirinya, karena udara di sekelilingnya terasa panas. Tiba-tiba tubuh Alice mengecil. Sewaktu dia berjalan-jalan, tak sengaja dia terpeleset ke dalam kubahan air asin. Sewaktu dia berenang menuju ke tepi, dia bertemu dengan seekor tikus, burung, dan binatang lainnya yang tercebur di kolam itu dan mengajaknya berenang ke tepian.
     Alice, si Tikus, burung dan binatang lainnya berkumpul di tepi sungai dengan tubuh yang basah. Mereka bingung bagaimana cara mengeringkan tubuh mereka saat ini. Mereka memutuskan untuk mengadakan rapat anggota. Burung Dodo telah mendapatkan ide, dia mengadakan perlombaan lari untuk mengeringkan tubuh mereka, tanpa ditentukan start, finish, dan waktunya. Akhirnya, perlombaan itu selesai dan tubuh mereka kering. Si Tikus memiliki kisah yang akan di ceritakannya kepada semua anggota rapat. Tetapi, Alice menyinggungnya dengan kalimat “Si Pemarah”. Si Tikus tersinggung dan pergi (tak mau kembali). Lalu, Alice menggantikan si Tikus, Alice menceritakan tentang Dinah (kucingnya yang pandai menangkap tikus, dan senang memakan burung-burung kecil). Mendengar cerita itu, semua binatang pergi meninggalkan Alice, karena takut. Alice yang malang kembali sendiri dan sangat kesepian. Beberapa saat kemudian, Alice mendengar suara langkah kaki dari kejauhan, dia berharap si Tikus kembali.
      Sebatang pohon mawar putih besar berdiri di dekat pintu dan 3 orang tukang kebun bernama si Dua, si Lima, dan si Tujuh yang sibuk mengecat bunga itu dengan warna merah. Mereka tak sengaja meletakkan mawar putih. Sang Ratu akan segera tiba, mereka terburu-buru mengecat mawar itu karena jika Ratu mengetahui mereka akan mendapatkan hukuman penggal. Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar seperti arak-arakan, dan datanglah sang Ratu dan sang Raja Hati. Ketika arak-arakan itu tiba di hadapan Alice mereka berhenti menatap Alice. Dia tak akan takut pada Raja dan Ratu, baginya mereka hanyalah sekotak kartu. Wajah sang Ratu memerah ketika menatap Alice dan mengetahui rahasia tiga tukang kebunnya. Sang Ratu menyuruh prajuritnya untuk memenggal kepala Alice dan ketiga tukang kebun. Ketika diadakan eksekusi ketiga tukang kebun itu tiba-tiba menghilang. Akhirnya sang Ratu mengajak Alice untuk bermain Kriket. Lapangan luas, naik dan turun, bolanya adalah para ladak, pemukulnya adalah flamingo dan para prajurit harus melengkungkan diri masing-masing sehingga membentuk sebuah busur.
      Ketika Alice dapat meluruskan leher flamingonya, dia berencana memukul landak dengan kepala flamingonya. Tapi, si landak menggulung dirinya sendiri dan menjauh. Selain itu, ada puncak bukit dan palung di setiap lintasan. Alice menyadari, permainan ini benar-benar sulit. Tiba-tiba si Kucing Cheshire datang dan mengajak bicara. Sang Raja mendengar pembicaraan Alice dan menanyakan teman bicaranya. Alice sedang berbicara dengan Cheshire (kucing). Mendengar kata kucing Raja sangat marah dan memberi hukuman penggal pada Cheshir. Masalah yang saat ini terjadi adalah flamingo Alice hilang ke seberang taman. Pada saat Alice berhasil menangkap flamingonya, suasana lapangan permainan kriket sudah tidak ramai lagi. Terjadi kerumunan di tempat Cheshire berada. Sang Ratu berargumen bahwa jika tidak dilakukan, dia akan memenggal kepala semua orang secara bergiliran. Kucing iru milik Duchess, sang Algojo pergi menjemput sang Duchess. Ketika sang Algojo pergi, Cheshire menghilang secara tiba-tiba. Mereka semua bingung mencarinya kesana-kemari.
      Kini sang Duchess kembali bersama Alice. Duchess mendekat ke tubuh Alice hingga sedekat mungkin. Setiap kali Alice berbicara, Duchess selalu menyambungnya dengan nilai moral, Duchess sangat pandai dalam hal itu. Kemudian, Ratu melihat mereka berdua, sang Duchess segera menjauh dari Alice dan memberi penghormatan. Sang Ratu memperingati mereka berdua dan memberi beberapa pilihan kepada sang Duchess. Sang Duchess menentukan pilihan dari sang Ratu dan menghilang. Lalu, sang Ratu mengajak Alice untuk bermain kriket kembali. Pada akhir permainan, hanya ada Raja, Ratu, dan Alice dalam permainan itu. Permainan pun terselesaikan. Sang Ratu menawarkan Alice untuk mendengarkarka kisah si Kura-Kura Tiruan, dengan memerintah Gryphon untuk mengantarkan Alice ke tempat Kura-Kura Tiruan. Alice mendapatkan kisah hidup dan cara belajar yang dilakukan oleh si Kura-Kura Tiruan.
     Si Kura-Kura Tiruan mengajak Alice manari Quadrille-Lobster dan memberitahu cara menari Quadrille-Lobster. Pertama, membentuk 2 barisan sepanjang tepi pantai, melangkah maju dua kali berpasangan dengan seekor lobster, melangkah dua kali dengan ganti pasangan lobster, dan berhenti pada baris yang sama. Mereka semua menari bersama dan si Kura-Kura Tiruan menyanyi dengan sangat lambat. Tarian Quagrille-Lobster pertama berakhir dan mereka mencoba tarian Quadrille-Lobster yang lain.
Ketika Alice datang, Sang Raja dan sang Ratu Hati duduk di takhta mereka. Disekelilingnya banyak kerumunan binatang serta satu set kartu remi lengkap. Dihadapannya Jack berdiri dalam keadaan terikat. Si Kelinci Putih berdiri di dekat sang Raja dengan terompet pada satu tangannya. Sekotak tempat duduk para juri. Ditengah-tengah ruangan pengadilan itu terdapat sebuah meja dengan kue tar yang banyak dan lezat. Hakimnya adalah sang Raja. Kemudian si Kelinci Putih mulai meniup terompet 3 kali dan memanggil saksi pertama yaitu si Pembuat Topi yang membuat kesaksian yang tidak ada manfaatnya.
      Lantas sang Raja memanggil saksi kedua yaitu tukang masak Duchess yang tidak mau memberi kesaksian. Ketika sang Raja mencoba bertanya kepada san Duchess, tiba-tiba si Tikus Asmara menjawabnya dengan suara mengantuk. Akibatnya, si Tikus Asmara mendapatkan hukuman penggal dari sang Ratu. Setelah kejadian itu, tukang masak Duchess menghilang. Si Kelinci Putih kembali meniup terompet 3 kali dan memanggil saksi selanjutnya yaitu Alice. Mendengar namanya disebut, dia sangat terkejut.
      Sang Raja meminta kesaksian dari Alice, tapi Alice tidak mau menjawabnya. Juri mencatat hal-hal yang telah terjadi. Tak lama kemudian si Kelinci Putih mendapatkan sebuah kertas yang isinya sebuah lirik yang mengarah pada Jack. Lalu sang Ratu menjatuhi hukuman sebelum keputusan keluar. Alice membangkang dan tubuhnya kembali seperti semula. Sang Ratu marah dan akan memenggal Alice. Tapi, Alice menyatakan bahwa semua yang dia lihat saat ini hanyalah sekotak mainan kertas. Mendengar hal itu, seluruh kartu berdiri dang beterbangan di sekitar Alice. Dia berusaha menghalau mereka, tapi kemudian dia mendapati dia terbaring di pangkuan kakaknya di pinggir sungai.
     Lalu, Alice mnceritakan petualangannya kepada kakak perempuannya. Ketika berada di kehidupan asli, kemeretak cangkir teh akan berubah menjadigemerincing bel, teriakan sang Ratu akan berubah menjadi suara para penggembala, dan suara bersin si bayi, pekikan Gryphon dan suara ajaib itu akan berubah menjadi suara ramai di tengah kesibukan tanah pertanian dan isakan si Kura-Kura Tiruan akan menjadi suara desis teko di kejauhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar